Fakta Pengakuan Tersangka Terhadap Pengeroyok Ahli IT Hermansyah

Liputan Indo Pasca kejadian pengeroyokan terhadap ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi sudah terungkap, hal ini berkat tim gabungan polisi yang bergerak cepat dalam memburu para pelaku yang berjumlah lima orang. Penangkapan ini hanya butuh dua hari, tim gabungan polisi pun sukses membekuk dua tersangka dari pengeroyok tersebut.

Penangkapan dua pelaku yang bernama Edwin Hitipeuw (37) dan Lauren Paliyama (31) berlangsung di Depok, Jawa Barat, Rabu kemarin. Proses penyergapan terjadi ketika keduanya melintasi Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, saat akan kembali ke rumah mereka setelah dari Bandung.

“Pelaku dari Bandung menuju rumahnya (di kawasan Sawangan). Kami sudah tunggu. Begitu mobil yang kami identifikasi lewat, kami sergap di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Wakapolresta Depok Ajun Komisaris Besar Polisi Faizal Ramadhani, di Depok, Rabu kemarin.

Usai disergap, keduanya tak berdaya saat digelandang ke Mapolres Depok untuk menjalani pemeriksaan. Dalam hasil penyelidikan, polisi mengungkapkan sosok dan kondisi dari pengeroyok ahli IT Hermansyah tersebut.

Bagaimana mereka melakukan tindakan keji itu, dan siapa sebenarnya para pengeroyok ahli IT Hermansyah tersebut? Berikut ulasannya:

1. Debt Collector

Ternyata dua pelaku dari pengeroyok ahli IT Hermansyah hanya berprofesi sebagai Debt Colector. “Pelaku profesinya debt collector,” ujar Maulana di Polres Depok, Rabu, 12 Juli 2017.

Namun dari penyelidikan polisi, pembacokan yang dilakukan dua debt collector terhadap ahli IT Hermansyah tidak berkaitan dengan masalah utang. Namun pengeroyokan dan pembacokan ini terjadi setelah pelaku tak sengaja menyenggol mobil korban hingga menyulut emosi mereka.

“Dari hasil penyelidikan sementara, enggak ada kaitannya dengan utang, tapi kaitannya dengan tabrakan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Meski begitu, polisi tak percaya begitu saja atas pengakuan kedua tersangka itu. Hingga kini penyidik masih menggali ada tidaknya motif lain selain spontanitas kedua pelaku.

“Oh tidak. Kita juga akan meneliti motif-motif lain,” ujar Setyo.

2. Usai Dugem

Berdasarkan keterangan pelaku, pengeroyokan tersebut terjadi saat mereka pulang dari dugem di sebuah tempat hiburan malam di bilangan Jakarta Pusat. Pelaku juga mengaku tengah dalam pengaruh alkohol.

“Informasinya dia malam itu habis dari dugem dan minum miras. Dia kemudian pulang. Kebetulan rumahnya di daerah Depok itu juga, ya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Namun dalam perjalanan, tepatnya berada di KM 6 Tol Jagorawi, mobil yang dikendarai pelaku tak senggaja menyenggol kendaraan korban. Korban yang berupaya mengejar untuk memintai pertanggungjawaban justru dikeroyok oleh para pelaku yang berjumlah 5 orang.

“Pelaku marah karena diberhentikan korban. (Penusukannya) spontan, ya, tapi masih kami dalami,” kata dia.

Namun, polisi belum mengetahui alasan pelaku membawa senjata tajam di dalam mobilnya. Sedangkan menurut pengakuan pelaku, mereka belum pernah melakukan kejahatan serupa sebelumnya.

“Pengakuannya belum pernah melakukan kejahatan apapun. Tapi kami dalami dulu. Kan, baru sehari ditangkap,” ucap Argo.

Setelah penangkapan terhadap dua pelaku, Salah satunya yang bernama, Lauren, mengaku menyesal telah menusuk Hermansyah. “Nyesel, Mas,” ucap dia singkat di Mapolda Metro Jaya.

Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto mengatakan, pelaku baru saja dibawa untuk menjalani prarekonstruksi, mulai dari TKP pengeroyokan. Saat ini, tersangka akan diperiksa untuk pengembangan yang mengarah pada pelaku lain yang masih buron.

“Jadi saat ini tersangka kita bawa ke polda untuk kita mintai keterangan terkait fakta-fakta yang sudah kita temukan dan untuk kita kembangkan lebih lanjut,” ucap Didik.

Leave a Reply