Ditangkap Dua Pelaku Pembunuhan Calon Pendeta Melinda Zidemi di Kecamatan Air Sugihan

Liputanindo.com Dua pelaku pembunuhan Melinda Zidemi (24) akhirnya terungkap dan diketahui merupakan warga setempat, Kecamatan Air Sugihan, OKI. Para pelaku merupakan buruh yang bekerja di area perkebunan Sawit PT PSM. Dari informasi yang dihimpun kedua pelaku berinisial Hen dan Nang.

Kedua pelaku akhirnya ditangkap oleh Tim gabungan setelah hasil pengumpulan bukti-bukti dari para saksi di TKP.

“Iya alhamdulilah belum sampai 48 jam tim dari Polda Sumsel, dan Polres OKI serta Polsek setempat sudah bisa menangkap pelaku dengan inisial Hen dan Nang. Besok akan dirilis setelah tersangka merapat ke Polda,” kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Kamis (28/3/2019).

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi dua orang pelaku tersebut sehari-hari hanya bekerja di perusahaan tersebut. “Dua pelaku berhasil diamankan oleh Tim gabungan polres OKI dan Polda Sumsel. Keduanya berprofesi sebagai buruh di perkebunan sawit,” jelas Kombes Pol Supriadi.

Para pelaku tega menghabisi korbannya dengan mengikat tali serta mencekik korban hingga tewas. Dari penyelidikan awal ditemukan bercak sperma, korban juga saat ditemukan kaki dan tangannya terikat ke belakang. Sedangkan baju yang digunakan tersingkap setengah.

“Aku suka sama dia (korban), tapi nggak berani bilang. Waktu aku lihat dia keluar, aku ikutin sama Hendri, jadi yang ngajak Hendri dari mes ya aku,” kata Buruh di area perkebunan sawit tersebut.

Niat memperkosa korban muncul ketika pelaku Nang mengajak Hendri menghadang korban. Keduanya sempat menunggu korban di mess, namun karena korban tak kunjung pulang akhirnya saya ajak Hen ke kebun, untuk menghadang korban.

“Aku lihat si korban ini belum pulang ke mess nya. Aku ajak Hendri ke kebun sawit untuk menghadang. Tujuan awalnya itu mau bersenang-senang, memperkosa,” jelasnya nang sambil meringis menahan sakit, usai dilumpuhkan polisi.

Dengan menggunakan kain sebagai penutup wajah, kedua buruh menghadang pelaku dengan kayu balok, agar korban berhenti di TKP. Melihat gelagat korban yang mau berputar arah, Hen dan Nang langsung sigap menangkap kedua korban Melinda dan NA (9)

Sesaat sebelum diperkosa Melinda sempat memberontak, dengan menggerakan tubuhnya dan berusaha teriak. Usaha Melinda sempat membuat gelagapan pelaku karena penutup wajahnya sempat terbuka oleh korban.

“Pas dibuka (busana) itu korban juga memberontak dan narik penutup wajah Hen,” jelas Nang.

Motif pembunuhan seorang calon pendeta yang sedang proses mengabdi di daerah tersebut sebelumnya menjadi atensi Polda Sumsel. “Motif pelaku sejauh ini dendam, para pelaku saat ini tengah dibawa ke Polda Sumsel untuk diperiksa. Dan besok rencananya Kapolda akan merilis secara langsung, para pelaku,” jelasnya.

Sementara, Kapolres OKI Donny Eka Saputra saat dimintai keterangan penangkapan pelaku mengatakan, jika pelaku ditangkap di Kecamatan Air Sugihan.

“Benar ditangkap di Air Sugihan beberapa waktu lalu. Pelaku sedang dilengkapi berkasnya baru dibawa ke Polda Sumsel,” jelasnya.

Penangkapan para pelaku pembunuhan sudah berlangsung sejak Rabu (28/3/2019). Namun Donny enggan membeberkan lebih jauh kapan dan bagaimana waktu ditangkapnya para pelaku.

“Sebetulnya pelaku sudah diamankan dari kemarin. Cuma kita masih mencari bukti-bukti. Mereka gak mengaku, tapi masyarakat melihat motor milik pelaku di TKP. Dugaan ada kebencian apa biar besok saja diungkap Kapolda,” jelasnya.

Diungkapkan sebelumnya, hingga hari kedua perkembangan kasus tersebut Tim gabungan telah memeriksa tempat-tempat dan 5 orang saksi yang bersinggungan dengan korban sebelum diadang oleh para pelaku.

“Kita melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi baru, ada lima orang di sekitar TKP. Semuanya sudah kita periksa, ada warga yang rumahnya berdekatan dengan TKP di sana,” ujar Supriadi.

Bahkan menurutnya, salah satu saksi ada yang sempat mengobrol dengan korban sebelum kejadian juga diperiksa untuk mendapatkan keterangan terbaru dari kasus tersebut.

“Sebelum dia diadang oleh pelaku, ada saksi yang sempat ngobrol dengan korban. Dia termasuk dalam 5 orang saksi baru tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Sumsel telah menerjunkan Tim K9 anjing pelacak dan unit Jatanras untuk membantu melakukan pemeriksaan ulang TKP kejadian. Anjing pelacak sedikit kesulitan mencari jejak di TKP karena sudah banyak dimasuki oleh warga.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *