Dikira Babi Hutan, Samsul Bahri Tewas Ditembak Rekannya Pakai Senapan SS1 Saat Berburu

Liputanindo.com Berburu babi hutan di Lamlung berujung petaka, usai salah sasaran. Diketahui Samsul Bahri (50), warga Gampong Lamlung, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, tewas tertembak senjata api laras panjang jenis SS1 yang dipegang rekannya, Niful Khalis alias Cut Bang (33) yang juga warga Lamlung, Senin (29/4/2019) sore.

Korban yang meninggal di lokasi kejadian itu diduga salah sasaran. Karena saat kejadian itu, mereka tengah berburu babi hutan di kawasan desa mereka, di Lamlung, Kecamatan Indrapuri, sore kemarin sekitar pukul 18.20 WIB.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha SIK MSi, melalui Kapolsek Indrapuri Ipda Muksin SH, menjelaskan penembakan itu terjadi saat korban keluar dari semak-semak setelah mengejar babi.

Pelaku Niful Khalis yang mendengar suara kresek-kresek itu langsung melepaskan tembakan ke arah semak-semak itu. Begitu tembakan dilepaskan, barulah diketahui, sasaran tembak itu bukan lah babi hutan yang diburu dengan warga desa lainnya.

Melainkan yang menjadi target tembakan salah sasaran itu, justru warga setempat yang juga ikut berburu saat itu yang diketahui bernama Samsul Bahri.

Situasi pun langsung berubah panik mengetahui korban bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian akibat peluru yang dilepaskan Niful Khalis menembus dada kiri korban. Kejadian penembakan turut diketahui oleh warga lainnya yang ikut berburu pada saat itu.

“Nyawa korban tidak tertolong dan meninggal di lokasi kejadian,” kata Muksin.

Pascakejadian itu sebut Ipda Muksin, pihaknya sekitar pukul 18.30 WIB, langsung mendapatkan informasi penembakan itu dan menerangkan ada tiga kali letusan senjata api terdengar saat warga-warga tersebut berburu babi ke Lamlung.

“Begitu kami menerima kabar dari personel kami yang juga petugas Bhabinkamtibmas di Desa Mesalee, Brigadir Agul Salim, langsung menuju ke lokasi, setelah kami melaporkan ke pimpinan Pak Kapolres Aceh Besar,” ungkap Kapolsek Indrapuri ini.

Pada saat tiba di lokasi kejadian, lanjut Ipda Muksin, petugas menemukan satu selongsong tidak jauh dari lokasi korban tertembak dan lokasi kejadian langsung dipasangi police line.

Korban Samsul Bahri, dibawa ke Rumah Sakit Satelit Indrapuri untuk divisum, menggunakan mobil patroli Polsek Indrapuri. Lalu, sekitar pukul 21.00 WIB tadi malam, korban Samsul Bahri dibawa ke rumah keluarga untuk dimandikan dan dikebumikan.

Telusuri Senjata Api SS1

Telusuri Senjata Api SS1

Polisi juga sedang berupaya mengecek nomor registrasi yang ada di senjata SS1 tersebut. Namun nomor registrasi yang ada di senjata api SS1 itu telah rusak, sehingga sudah tidak terbaca lagi. Polisi pun berupaya mengorek informasi dari tersangka Niful Khalis dan Edi Darmawan, terkait dari mana senjata itu diperoleh.

Setelah tak sengaja menewaskan rekannya, senpi itu lalu diserahkan Niful Khalis kepada Edi Darmawan, rekan tersangka. Mengetahui senpi itu telah beralih tangan, ungkap Ipda Muksin, personel melakukan pendekatan Edi Darmawan agar mau menyerahkan diri serta membawa serta senpi SS1.

Setelah dicapai kesepakatan, akhirnya Edi Darmawan dijemput di sebuah rumah di Desa Lampanah Teungoh, Kecamatan Indrapuri dan diamankan di polsek sebelum Niful Khalis dan Edi dibawa ke Polres Aceh Besar, pada Selasa (30/4/2019) dini hari.

Pada saat penyerahan diri dan barang bukti senpi SS1 plus megazen itu, hadir Kapolres Aceh Besar dan Wakapolres, Kasat Reskrim dan Intelkam yang ikut menyaksikannya.

Kapolsek Indrapuri ini menerangkan dari penyitaan barang bukti senpi SS1 yang sudah tidak terbaca nomor registrasinya itu dari Edi Darmawan, polisi juga ikut mengamankan satu megazen tanpa amunisi.

“Kini keduanya diamankan di Polres Aceh Besar, guna penyidikan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek Indrapuri, Ipda Muksin SH.

Facebook Comments

Leave a Reply