Dikabarkan Hotel Super Mewah Jadi Ruang Tahanan Bagi Pangeran Saudi yang Terlibat Korupsi

Liputan Indo Belum lama ini, Ritz-Carlton Hotel di Riyadh baru saja menjadi lokasi perhelatan para tokoh dunia. Saat ini, hotel mewah tersebut dikabarkan menjadi ‘ruang tahanan’ para pangeran Arab Saudi yang terlibat dalam skandal korupsi.

Dilansir dari CNN Money, Selasa (7/11), setidaknya 17 pangeran Saudi dan pejabat pemerintah ditahan pada Sabtu lalu. Usai Raja Salman bin Abdul Aziz memerintahkan aksi bersih-bersih terhadap para koruptor.

Meski pihak hotel belum memberikan pernyataan resminya, namun tampak sejumlah aktivitas tak biasa di hotel bintang 5 tersebut. Situs pemesanan hotel menyatakan 492 kamar di hotel tersebut tidak bisa dipesan hingga akhir November.

Hotel Bintang 5 Jadi Ruang Tahanan Panggeran Saudi
Hotel Bintang 5 Jadi Ruang Tahanan Panggeran Saudi

Sementara, di media sosial tengah heboh beredar sebuah kabar melalui cuitan bahwa para tamu yang tengah menginap dipaksa pergi lebih cepat akhir pekan lalu. Selain itu, jaringan komunikasi ke hotel tersebut diputus.

“Jaringan internet dan telepon hotel tengah diputus hingga pemberitahuan selanjutnya,” tulis pengumuman pihak hotel dalam situsnya.

Seperti diketahui, dalam daftar yang tengah ditahan, terdapat nama Pangeran Alwaleed bin Talal. Seorang pebisnis kaya raya di Arab Saudi.

Dengan fasilitas super mewah, Ritz-Carlton Riyadh pernah juga ditinggali oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, 3.500 pemimpin bisnis dan pemerintahan termasuk bos HSBC Stuart Gulliver, kepala IMF Christine Lagarde, dan CEO Softbank Masayoshi Son pernah menginap di sana.

Leave a Reply