Diciduk Tiga Tersangka Perampasan Emas Berkedok Kiai di Jember

Liputan Indo – Sindikat perampasan barang berharga berkedok kiai berhasil dibekuk Anggota Subdit 3 Jatanras Polda Jatim, Selasa (28/11/2017). Aksi ini di lakukan oleh tiga pelaku yakni Yazid (50), Yusuf (33), Samsul (57). Ketiganya merancang aksi mereka dengan rapi. Namun aksi mereka di Jember sempat terekam CCTV hingga videonya viral di media sosial.

Dalam aksinya, para pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza. Didalam mobil itulah salah satu pelaku menyamar sebagai kiai. Hingga kemudian mereka memperdaya korban untuk diambil perhiasannya.

Mobil inilah yang di kendarai para pelaku untuk beraksi. Mobil itu di sewa di Pasuruan seharga Rp 300 ribu per hari. “Mereka sewa mobil harian, mobil ini juga yang terekam CCTV di TKP Jember” jelas Dirreskrimun Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha Wibowo.

Dari mobil itulah, polisi berusaha menggali petunjuk mencari tersangkanya. Awalnya mereka mendapat rekaman nopol mobil bagian belakang. “Tapi, ternyata mereka ganti nopol yang di belakang itu, hal ini untuk mengantisipasinya,” lanjut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 tersebut.

Namun upaya polisi tidak kendor. Mereka kemudian mendapatkan informasi bahwa mobil dengan ciri-ciri yang sama kerap terlihat di Pasuruan. Setelah di selidiki mobil itu milik seorang pengusaha rental. Disanalah polisi kemudian mendapat petunjuk identitas penyewanya. Akhirnya, jejak ketiga pelaku itu berhasil di ciduk oleh polisi.

Sejak video CCTV itu viral di media sosial, pelaku berusaha menghilangkan jejak mereka. Seperti yang di lakukan oleh Yazid dengan memotong rambutnya yang sebelumnya terekaman CCTV dengan rambut gondrong. Dia sudah tahu kalau rekaman itu sudah menyebar.

Ketiga pelaku mempunyai peran masing-masing dalam melakukan aksinya.

1. Muhammad Yazid (50) asal Kraton, Pasuruan, yang berperan untuk berpura-pura bertanya kepada korban, serta menarik paksa barang berharga korban ke dalam mobil.

2. Muhammad Yusuf (33) asal Kraton, Pasuruan, berperan sebagai driver mobil dan mencari calon korban.

3. Samsul (57) asal Kejayan, Pasuruan, berperan untuk berpura-pura menjadi ulama atau kiai, lalu meminta korban menyerahkan sejumlah barang berharganya seperti perhiasan.

Awalnya mereka akan berpura-pura tanya alamat pada calon korban. Sejurus kemudian, pelaku yang memakai pakaian serba putih mengaku bisa membersihkan dosa korban. Pelaku meminta agar korban menyerahkan perhiasan yang di kenakannya sebagai syarat penghapusan dosa.

Berikut ini cuplikan aksi perampasan berkedok Kiai : 

Leave a Reply