Diciduk Tersangka Penyebar Video Mesum Siswa SMA Negeri 1 Samarinda, Motifnya Hanya Iseng

Liputan Indo Pelaku penyebar video asusila (mesum) Samarinda berinisial R telah diciduk di rumah indekosnya di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (2/11/2017).

Pelaku R, yang berstatus sebagai mahasiswa sebuah universitas di Yogyakarta, telah dibawa polisi ke Mapolres Sleman, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Menurut informasi yang diberitakan, Jumat (3/11/2017), R digelandang ke Mapolres Sleman bersama dua teman lainnya untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Kanit Jatanras Ipda Noval Forestriawan Polresta Samarinda menyebutkan bahwa pelaku mengambil video tersebut berdasarkan motif sekadar iseng.

Diciduk Tersangka Penyebar Video Mesum Siswa SMA Negeri 1 Samarinda, Motifnya Hanya Iseng

“Motif pelaku pada awalnya hanya iseng, tapi dibagi ke teman lainnya. Kami kemudian mendalami untuk ke pelaku penyebarluasan video. Sedangkan dua orang lainnya juga diperiksa sebagai saksi oleh Polres Sleman,” ujar Noval.

Akibat kasus penyebaran video mesum ini, pelaku dijerat Pasal 27 ayat 1 UU 11 Tahun 2008 tentang UU ITE, dengan ancaman penjara 6 tahun. R sendiri merupakan teman kuliah RA, pria yang terdapat dalam video tersebut. Menurut Ipda Noval, R mengambil video itu dari handphone korban RA saat korban sedang sakit.

Baca juga : Viral!!! Video Mesum Siswa SMA Negeri 1 Samarinda Tersebar

“Tersangka mengetahui password dari pemeran pria itu. Kemudian dipindah ke ponsel tersangka. Proses pemindahan video, memang saat korban sedang sakit, dan terjadilah pengambilan tersebut. Sekitar 2016 lalu, saat keduanya sedang ada di Yogyakarta. Pengiriman pertama melalui LINE. Sementara sampai di situ. Penyebaran lebih luas, masih kami tindak lanjuti,” kata Ipda Noval, Jumat (3/11/2017).

Dalam proses pemeriksaan, terdapat juga 11 saksi yang dimintai keterangan oleh tim kepolisian. Dua di antara 11 saksi tersebut adalah pihak wanita dan pihak pria yang ada dalam video mesum.

“Ada 11 saksi yang kami terima. Status tersangka ini juga sudah ditetapkan sejak Selasa lalu, dan langsung dilakukan penangkapan pada hari yang sama,” ucap Ipda Noval.

Leave a Reply