oleh

Demi Populer di Instagram, Gadis Asal AS Terlilit Hutang Hingga Rp 152 juta

Liputanindo.com Sejumlah masyarakat milenial mengaku harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan foto Instagram yang sempurna. Lissette Calveiro menjadi salah satunya, wanita cantik berusia 26 tahun ini bahkan sampai berutang USD 10 ribu atau Rp 152 juta (asumsi kurs Rp 15.238 per USD) agar bisa menjadi populer di Instagram.

Mengutip Business Insider, Calveiro mengaku uang tersebut dia habiskan untuk membeli tas bermerek, baju-baju mahal, dan liburan ke tempat-tempat mewah. Padahal gaji Calveiro tak seberapa.

Dia mengaku, barang-barang tersebut dibeli agar bisa menghasilkan foto Instagram yang sempurna dan menunjukkan hidup mewah meski tak sesuai kemampuannya. “Saya hidup dalam kebohongan, Sehingga saya terbelit utang.”

Dia juga mengaku bahwa kebanyakan perjalanan wisata yang dia lakukan sepenuhnya untuk Instagram.

 

View this post on Instagram

 

TWO YEARS! 🎉 Today makes my 2-year New York anniversary! – Ever since I was a kid, I knew this city is where I wanted to live. I fell in love with the buildings towering over me, the eclectic people and the endless possibilities. – The 3 things I learned during year 2: • Someone holding up a map? Stop and give directions. This is one of my favorite things to do because I get to help strangers and make them feel welcome in a city that can be pretty to itself, and I get to learn about where they come from and what they’re here for! • Get up on your bike more! I joined @citibike more than a year ago and realized that I learned so much more about the city from traveling on the ground vs. (under) ground. I know my streets like the back of my hand and I have found hidden gems at every corner. • When you think you’ve hit your ceiling, shatter it and reach higher. The great thing about #NYC is the endless opportunities available to you. It takes a lot of hustle, but you there’s always something or someone to challenge you and help you grow. – Also: how perfect is this bag, reminding me of where I came from? {swipe} 💗

A post shared by Lissette Calveiro (@lissettecalv) on

Calveiro mengungkapkan kepada New York Post bahwa tidak ada yang membicarakan tentang masalah keuangan di Instagram. “Padahal uang itu bisa saya menginvestasi untuk hal lain,” tambahnya.

Instagram memang dikatakan telah menciptakan generasi yang konsumtif yang terobsesi dengan menciptakan kehidupan yang sempurna. Lebih parahnya lagi, sebagian rela menghabiskan uang mereka untuk menciptakan ilusi tersebut.

Bagi sejumlah anak muda, Instagram terbukti bisa menjadi sumber penghasilan mereka. Sejumlah influencer yang sukses bisa menghasilkan jutaan rupiah per foto yang mereka unggah dan bahkan lebih populer dibandingkan selebriti. Namun bagi sebagian lainnya, gaya hidup ini bisa merusak keuangan mereka.

Keinginan untuk menampilkan gaya hidup yang sempurna tak hanya membuat sejumlah pengguna Instagram terlilit utang, hal ini juga menimbulkan isu yang lebih luas.

Royal Society for Public Health (RSPH) dari Inggris baru saja menamakan Instagram sebagai aplikasi media sosial yang paling buruk untuk kesehatan mental.

Hasil penelitian terhadap remaja dan anak muda berusia 14 sampai 24 tahun di Inggris menunjukkan bahwa kaum muda cenderung mengasosiasikan Instagram dengan kesehatan mental yang kurang baik, perasaan tidak mampu, dan rasa cemas.

“Media sosial digambarkan lebih adiktif dibandingkan rokok dan alcohol, dan sekarang begitu mengakar pada kehidupan anak muda. Sudah tidak mungkin untuk mengabaikan media sosial saat berbicara tentang isu kesehatan mental anak muda,” jelas CEO RSPH Shirley Cramer.

Instagram bukan satu-satunya yang harus disalahkan. Obsesi terhadap foto yang indah dan menarik sudah ada bahkan sebelum aplikasi tersebut populer.

Namun, sebuah riset American Psychological Association yang sudah meneliti anak muda selama 40 tahun menemukan bahwa milenial lebih peduli tentang uang dan citra mereka dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

“Jumlah pelajar yang mengaku bahwa menjadi kaya sangat penting bagi mereka meningkat dari yang sebesar 45 persen oleh baby boomers, 70 persen oleh Generasi X, dan 75 persen oleh milenial,” jelas studi tersebut

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed