Demi Beli Qute, Mantan Sopir Bajaj Nekat Terlilit Hutang Puluhan Juta

Liputan Indo Seorang supir Qute yang bernama Abdurohim (45) mengaku harus bekerja lebih keras dari sebelumnya. Hal ini di lakukannya demi kebutuhan hidup keluarganya. Sejak beralih pekerjaan dari semula sopir bemo (Bajaj) menjadi sopir angkutan baru, Qute, dia tak bisa lagi bersantai seperti dulu.

Kehidupan Abdurohim berubah drastis, sejak pemerintah provinsi DKI Jakarta melarang operasional bajaj di jakarta. Peraturan ini pun membuat Abdurohim sempat menganggur sebelum akhirnya memutuskan menjadi sopir Qute.

“Pas dicabut izin operasional Bajaj saya menganggur dan tidak ada kerjaan, saya kan butuh uang buat hidup, kasih makan istri dan anak. Dan akhirnya saya jadi sopir Qute karena bemo tidak boleh lagi,” kata Abdurohim sambil mengemudikan angkutan Qute di kawasan Kota, Jakarta, Selasa (1/8).

Dengan setengah hati dia memutuskan menjadi sopir Qute demi memenuhi kebutuhan hidup. Bukan hal mudah bagi Abdurohim untuk menjadi sopir angkutan mini yang menjadi pengganti Bajaj. Salah satu pertimbangan yang cukup berat, dia harus mengeluarkan uang puluhan juta untuk membeli Qute. Sementara itu, tidak ada bantuan dana dari Pemprov.

Dengan terpaksa dia rela terbelit utang untuk membeli Qute. Yang penting dapur tetap ngebul. Harga angkutan Qute dibanderol Rp 80 juta. Jika dicicil, harganya menjadi Rp 120 juta.

“Saya yang tadinya takut buat ngutang jutaan, sekarang untuk hidup saya harus ngutang ratusan juta untuk beli ini (qute), tanpa ada bantuan dari pemerintah,” katanya.

Penghasilannya setiap hari tidak jauh berbeda dengan saat menarik bemo. Tapi untuk kali ini dia harus bekerja lebih keras dari sebelumnya.

“Yang tadinya hanya 5 sampai 6 putaran, sekarang bisa 10 lebih putaran karena kursi Qute cuma untuk 4 orang sedangkan bemo bisa 8 sampai 9 orang,” tutur Abdurohim.

Abdurohim ingat betul, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama( Ahok) sempat menjanjikan sopir bajaj untuk tetap beroperasi. Tapi sejak Ahok tidak menjabat lagi, kebijakan itu berubah.

“Dulu ahok janji buat Bajaj tetap beroperasi karna dia bilang ini kendaraan tradisional, tapi saat dia ditahan tiba-tiba bajaj tidak boleh dioperasikan lagi. Kalau dia masih menjabat sebagai gubernur pasti kita (supir Bajaj) sudah ngadu ke dia dan nagih janji dia,” keluhnya.

Leave a Reply