Dana Nasabah BRI Cabang Sampang di Kuras 2 Karyawan BRI

Liputan Indo Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, sudah menetapkan dua tersangka tak lain adalah karyawan BRI Cabang, Sampang, yakni SAN, bagian Funding Office (FO), warga Sampang dan YFL, bagian teller, warga Sumenep. Keduanya kini ditahan Kejari Sampang.

Kedua pria karyawan BRI Cabang Sampang ini diduga telah menggelapkan uang tabungan senilai Rp 7 miliar milik 32 nasabah yang menabung di BRI Cabang Sampang.

Sebelum ditahan, keduanya menjalani pemeriksaan lebih dulu di Kejari Sampang, selama lima jam, Jumat (21/7/2017) petang.

Selanjutnya, setelah keduanya resmi dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan uang nasabah total Rp 7 mliar, kedua tersangka pun diangkut dengan mobil tahanan kejari untuk dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B, Sampang, di Jl KH Wahid Hasyim, Sampang.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sampang, Yudie Arieanto Tri Santoso, Sabtu (22/7/2017) mengatakan, kedua tersangka telah melakukan penggelapan dana nasabah sebesar Rp 7 miliar tidak sekaligus, melainkan dalam jangka waktu selama dua tahun, sejak 2015 lalu hingga 2017 ini.

Tindakan mereka terkuak, setelah sejumlah nasabah yang merasa uang tabungannya berkurang dalam jumlah yang banyak merasa curiga ada yang mengambil tanpa sepengetahun nasabah.

Sehingga mereka melaporkan kasus ini ke Kejari Sampang. Padahal nasabah itu yakin, selama ini tidak pernah melakukan penarikan dana, namun saldo tabungannya menyusut.

“Dari 32 nasabah yang melapor akibat korban penggelapan kedua oknum BRI itu, mereka rata-rata memiliki tabungan antara sebesar Rp 100 juta hingga Rp 2 miliar. Akibat perbuatannya itu, keduanya dijaring Undang-Undang Korupsi, ancaman hukuman penjara selama empat tahun,” ujar Yudie Arieanto.

Dalam menjalankan aksinya kedua tersangka sengaja memilih dan memilih nasabah tabungan deposito yang memiliki saldo tabungan di atas Rp 100 juta, yang selama ini nasabah itu tidak membuat kartu ATM.

Langkah ini, agar tindakan jahatnya tidak diketahui nabasah jika uangnya akan digelapkan lewat ATM tanpa sepengetahuan nasabah.

Kemudian keduanya memberitahu calon korbannya, pura-pura menjelaskan jika catatan dalam buku rekening tabungan sudah penuh dan harus diganti buku baru. Sehingga nasabah yang menjadi calon korbannya, menyerahkan rekening buku tabungannya kepada kedua oknum itu.

Namun kedua tersangka tidak hanya mengganti buku rekening tabungan baru, tapi diam-diam membuat kartu ATM atas nama pemilik nasabah yang bersangkutan. Hanya saja, kartu ATM yang sudah selesai dibuat itu tidak diserahkan kepada nasabah, melainkan dipegang sendiri oleh kedua oknum itu. Sedangkan buku rekening baru diserahkan kepada nasabah.

Sementara sejumlah sumber di BRI Cabang Sampang, mengatakan jika keduanya dalam waktu rentang dua tahun ini, mengambil uang nasabah melalui ATM tidak dalam jumlah besar sekaligus, tapi dengan kisaran antara Rp 100.000 hingga Rp 1 juta, namun dilakukan berulang-ulang.

Bahkan, di antara nasabah itu, saldo tabungannya ada yang berkurang mencapai Rp 1 miliar. Hal iIni diketahui setelah berulang kali mengecek sisa saldo di buku tabungannya, yang curiga ada penarikan uang baik lewat teller maupun lewat ATM.

Bisa jadi kata sumber itu, nasabah yang saldo tabungannya berkurang itu, semula tidak curiga, karena penarikan tersangka hanya sedikit. Tapi begitu saldo tabungannya berkurang hingga jumlah ratusan juta rupiah, barulah para korban tersadar.

“Kami dengar selentingan di antara keduanya itu, menguras tabungan nasabah untuk bermain valas,” kata sumber yang tidak mau disebut namanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *