Bohong Soal Blangko E-KTP, Kepala Dinas Siap-Siap di Pecat Mendagri

Liputan Indo Mendagri (Menteri Dalam Negeri), Tjahjo Kumolo mengatakan, dirinya akan bertindak tegas terhadap sejumlah kepala dinas yang berbohong terkait ketersediaan blangko E-KTP. Tidak bisa dipungkiri lagi, sudah ada kejadian di beberapa daerah yang mengaku blangko e-KTP kosong karena tidak ada stok, padahal sebenarnya masih ada.

“Bagi yang bohong, kepala dinasnya akan kami pecat dan di ganti dengan kepala yang baru,” kata Tjahjo di kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Di tempat yang sama Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil ( mengatakan, ketesediaan blangko e-KTP di pusat masih tersedia cukup banyak.

Menurutnya, para kepala dinas harus memberikan informasi yang benar untuk masyarakat agar tidak tersesat dengan berita yang tidak sesuai dengan fakta.

“N‎ah, masyarakat perlu diberi edukasi yang benar. blangko yang tersedia masih cukup banyak. Bagi yang belum merekam segera merekam. Bohong Soal Blangko E-KTP, Kepala Dinas Siap-Siap di Pecat Mendagri tutur Zudan.

 

Kepala Dinas Siap-Siap di Pecat Mendagri

Diketahui, ‎Zudan harus turun langsung ke sejumlah kecamatan yang ada di daerah untuk memeriksa ketersediaan blangko e-KTP.

“Kemarin saya sidak ke kota Cirebon, saya menyamar sebagai pemohon. Receptionist di sana mengatakan ‘Pak, Bapak di sini rekam paling banter dapat surat keterangan’. Saya tanya alasannya mengapa dia ngomong begitu,” ujar Zudan.

Zudan pun sangat kaget saat mendengar jawaban si receptionist yang tidak masuk akal terkait proses perekaman e-KTP.

“Dia bilang ‘Ya blangkonya sudah habis sejak tahun lalu’. Dia bilang blangko kosong karena ada kasus korupsi, padahal itu tidak ada kaitannya,” tuturnya.

‎Ternyata setelah dirinya mengecek secara langsung di TKP, bahwa masih ada stok yang tersisa sekitar 23 ribu blangko di lokasi yang ia sidak. Padahal menurutnya, Kemendagri terus melakukan pengadaan blangko.

Tak hanya di Cirebon, saat ia mengunjungi Kabupaten Gianyar pun turut mendapat jawaban yang sama yakni blangko habis saat hendak melakukan perekaman e-KTP.

Dirinya di Gianyar menanyakan secara langsung ke receptionist hingga petugas verifikasi terkait ketersediaan blangko e-KTP. “Padahal di sana masih ada tersedia 1.500 blangko,” ujarnya.

Zudan memastikan bahwa blangko untuk pembuatan e-KTP di seluruh Indonesia masih dalam kategori cukup. Menurutnya, blangko KTP elektronik di beberapa Kabupaten/Kota sedang dilakukan proses distribusi secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan di daerah tersebut.

“‎Pada akhir Januari 2017 telah dilakukan pelelangan pengadaan blangko e-KTP sebanyak 7 juta keping. Hasil pengadaan tersebut saat ini telah selesai didistribusikan ke 514 Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Zudan juga mengatakan untuk memenuhi kebutuhan blangko e-KTP sampai akhir 2017, saat ini sedang dilakukan distribusi secara bertahap dari hasil pelelangan tahap kedua sebesar 7,4 juta keping.

“Guna pemenuhan kebutuhan sampai akhir tahun 2018 sedang dilakukan proses pengadaan blangko e-KTP sebesar 11.500.000 keping melalui mekanisme e-catalog‎ dan secara paralel dilakukan proses pelelangan umum untuk antisipasi kegagalan proses melalui e-catalog,” ujarnya.

Leave a Reply