Benarkah Turnamen Baloot Sebagai Bukti Bahwa Arab Saudi Telah Melegalisasi Perjudian?

Liputanindo.com Tahun lalu sebuah video viral di dunia maya yang menunjukkan keramaian pria Arab Saudi berkumpul dalam suatu ruangan besar, tengah menjadi sorotan.

Keramaian pria itu membentuk kelompok yang terdiri sebanyak empat orang di satu meja berwarna hijau, mirip seperti yang ada di casino Las Vegas. Dalam ruangan tersebut, terdapat puluhan hingga ratusan meja yang diisi oleh empat pria. Mereka semua tampak tengah bermain kartu remi.

Sekilas, pemandangan dalam video yang viral itu seakan menggambarkan suasana Casino pada umumnya. Warganet yang melihat rekaman itu pun sempat mengira hal serupa.

Sebuah video yang diunggah ke youtube pada 6 April 2018 memasang judul “First gambling center of Saudi Arabia inaugurated in Jeddah” Pusat judi pertama di Arab Saudi telah diresmikan di Jeddah.

Kemudian, ada netizen yang berkomentar, “Pria-pria Arab Saudi sudah gila! Kini mereka berjudi!” Sementara netizen lain menulis, “Padahal judi dilarang oleh Islam”. Namun, benarkah bahwa peristiwa itu merupakan kasino judi pertama di Arab Saudi?

Baloot merupakan permainan tradisional Arab Saudi yang umum dimainkan oleh pria dari semua kelompok usia, biasanya dimainkan dalam acara pertemuan keluarga, pernikahan, dan saat berkumpul bersama teman-teman. Para pemuda biasanya bermain baloot di tempat terbuka (di luar rumah).

Di Indonesia sendiri permainan seperti ini sudah tidak asing, permainan menggunakan kartu remi banyak dimainkan sebagai hiburan, biasanya bagi yang kalah akan mendapat hukuman agar semakin menegangkan.

Banyak pertanyaan terkait turnamen “baloot” yang dituduhkan sebagai legalisasi perjudian di Arab Saudi. Tuduhan ini kalau bukan karena ketidaktahuan (kejahilan), bisa jadi ulah Saudi-hater yang biasa menyerang Arab Saudi.

Seperti komentar “Pusat Perjudian Pertama Arab Saudi diresmikan di jeddah atas nama para ulama Al Saud” di video dan gambar berita game kartu tersebut.

Perlu dijelaskan, bahwa:

  • Tidak ada legalisasi judi di Arab Saudi
  • Permainan baloot bukan judi, tetapi tidak lebih sebagai permainan strategi atau asah otak sebagaimana catur dan permainan sejenis.
  • Tentang hukumnya, silahkan ditanyakan kepada ahli ilmu, ulama rabbaniy.
  • Turnamen dibuka untuk pertama kali di Riyadh, sempat dihadiri oleh mantan Imam Masjidil Haram Syaikh Adel AlKalbani, beliau sekarang menjadi imam di salah satu Masjid di kota Riyadh. Syaikh Adel AlKalbani diketahui pendapatnya banyak menyelisihi Fatwa Kibarul Ulama Arab Saudi.
  • Pemerintah Saudi semenjak di bawah pimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman mulai mengadakan turnamen baloot dan sebelumnya catur tingkat internasional (buka di https://www.saudinesia.com/…/peserta-dari-israel-tidak-diz…/).
  • Pemimpin Arab Saudi bukanlah ulama, sehingga kebijakannya bukan mewakili ulama ahlus sunnah yang sering diberi gelar “wahabi.” Agar dapat membedakan antara kebijakan politik oleh pemimpin dan pandangan ulama di Arab Saudi, (silahkan baca di sini https://www.saudinesia.com/20…/…/13/gaya-politik-raja-saudi/ )
  • Berita tentang “Turnamen Baloot” yang cukup komprehensif bisa dibaca di link ini (bahasa Arab) https://www.almowaten.net.

Kesimpulan : Klaim yang mengatakan bahwa acara itu ajang perjudian adalah hoax. Faktanya itu sebuah turnamen resmi kartu baloot yang populer di Arab Saudi untuk sekedar hiburan yang diselenggarakan oleh Kementerian Olahraga Arab Saudi.

Adapun kehadiran Syaikh Adel Al-Kalbani di acara tersebut, tidak lain adalah untuk memberikan sambutan berisi nasehat, simak ceramahnya di sini :

Facebook Comments

Leave a Reply