oleh

Bela Jokowi Soal Esemka, Sukiyat: Buat Mobil Tak Segampang Buat Anak

Otomotif Inisiator mobil Esemka, Sukiyat, 63, mengaku ikut geram ketika Presiden Jokowi seringkali dicemooh sejumlah pihak terkait keberadaan mobil Esemka. Sukiyat menuturkan, untuk membuat dan memproduksi mobil butuh banyak tahapan dan ada proses jatuh bangun. Produksi tentu juga perlu melihat peluang atau momentum pasar sehingga hasilnya tak sia-sia.

“Esemka itu kan sudah lewat momentumnya, sekarang (proyek) lanjutannya dari Esemka yang nyata ya mobil Mahesa ini, yang Januari 2019 sudah diproduksi massal dan diekspor juga ke Bangladesh,” ujar Sukiyat usai dijenguk Presiden Jokowi di RS Bethesda, Jumat 14 September 2018.

Mahesa Mejeng di GIIAS 2018

 

Mahesa memiliki nama resmi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) dan sempat mejeng di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2018). Mobil ini mulai Januari 2019 akan diproduksi sebanyak 25 ribu unit oleh PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI), perusahaan yang didirikan Sukiyat. Sukiyat menjabat sebagai presiden komisaris di perusahaan yang join dengan PT. Astra International Tbk itu.

Sukiyat menuturkan, kelahiran Mahesa juga mengalami proses hampir sama dengan Esemka. Harus melalui berbagai ujicoba dan prototype, sebelum akhirnya dipatenkan untuk dilepas ke pasar. Ada tiga kali prototype sebelum akhirnya Mahesa resmi diproduksi. “Jadi bikin mobil itu enggak kayak bikin anak,” ujarnya.

Jokowi Jenguk Sukiyat di RS Bethesda

Saat dijenguk Jokowi itu, bukan presiden yang malah prihatin. Melainkan Sukiyat yang kasihan kepada Jokowi karena sering dihujat dan caci jika dikaitkan Esemka. “Makanya saya sangat total dan serius merampungkan mobil Mahesa ini, dan Pak Jokowi tak ikut campur,” ujarnya.

Sukiyat menuturkan, Mahesa ini diproyeksi untuk menyasar pasar masyarakat pedesaan. Dibanderol dengan harga dasar Rp 70 juta. Mahesa ini bisa dipasangi sejumlah alat pertanian sesuai kebutuhan dengan harga bervariasi. “Harapan saya mobil ini bisa meningkatkan produktivitas masyarakat di desa dan menekan urbanisasi,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed