Apa Komentar Dubes AS, Joseph R. Donovan Terkait Vonis Ahok??

Liputan Indo Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang di Vonis dua tahun penjara menjadi sorotan komunitas global, termasuk dari Amerika Serikat (AS).

AS heran mengapa mengutarakan pendapat atau opini mengenai agama tertentu akan menjadi sesuatu hal yang ilegal di Indonesia. Salah satu kasus terbesar yang menimpah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

“Kami tidak mendukung tindak kekerasan terhadap kelompok agama manapun. Namun kami tidak percaya bahwa mengekspresikan opini mengenai agama tertentu adalah suatu tindakan yang ilegal di Indonesia,” kata Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan. Jr kepada Liputanindo.com, Rabu, kemarin.

“Kami percaya bahwa kehadiran undang-undang tentang penistaan agama, di seluruh dunia, justru akan mengancam kebebasan beragama, kemerdekaan mengemukakan pendapat, berekspresi, berkumpul, serta kebebasan jurnalistik,” tambah Donovan.

Dubes AS, Donovan juga menegaskan kebebasan beragama dan mengutarakan pendapat merupakan fondasi berdirinya AS sebagai negara demokrasi. Tapi hal ini jauh berbeda dengan Indonesia yang di anggap ilegal oleh seluruh masyarakatnya.

“Kebebasan agama dan kebebasan berpendapat itu merupakan fondasi berdirinya AS, dan kami akan memberikan kebebasan untuk semua warga Amerika Serikat untuk mengungkapkan pendapat dan opini mereka secara bebas juga dalam memeluk agama apapun,” sambungnya.

“AS mengakui komitmen Indonesia akan toleransi beragama dan pluralisme. Bahwa dua hal itu adalah fondasi penting bagi suatu negara. Dan kami juga memuji pemerintah dan pemimpin agama di Indonesia yang bersuara lantang menantang tindakan yang intoleran,” ujar sang diplomat.

Sebelum Dubes AS, sejumlah tokoh dan lembaga politik internasional di Indonesia turut menyampaikan opini hingga rasa simpatik kepada sang mantan gubernur DKI Jakarta itu. Hingga berita ini turun, sejumlah tokoh seperti Dubes Inggris, Dubes Denmark, dan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dilaporkan telah mengutarakan komentar maupun opini seputar kasus Ahok.

Rasa simpatik sempat datang dari Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik pada Selasa, 9 Mei 2017 kemarin. Sang duta besar -dalam akun Twitternya- mengutarakan bahwa pria yang akrab disapa Ahok itu bukan seorang “anti Islam” seperti yang tecermin dalam amar putusan hakim.

“Saya kenal @basuki_btp. Kami sangat mengaggumi kerjanya untuk Jakarta. Saya percaya dia bukan seorang yang anti-Islam. Doa saya untuk ibu Veronica dan keluarga,” kata Malik yang juga seorang pemeluk Islam, dalam akun Twitternya @MoazzamTMalik pada Selasa 9 Mei 2017.

Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge turut memberikan pendapat seputar peristiwa gempar tersebut, meski ia tak secara langsung menyebut soal vonis Ahok.

“Para Dubes Uni Eropa negara-negara anggota UE imbau #Indonesia mempertahankan tradisi #toleransi dan #pluralisme,” tulis Dubes Klynge dalam akun Twitternya, @DubesDenmark, pada Rabu, 10 Mei 2017.

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia juga turut memberikan opini tentang hal serupa melalui sebuah keterangan pers resmi.

“Uni Eropa mencatat keputusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang disampaikan pada tanggal 9 Mei 2017,” seperti yang tertulis pada pernyataan pembuka keterangan pers resmi dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Selasa, 9 Mei 2017.

“Uni Eropa secara konsisten telah menyatakan bahwa hukum yang mengkriminalisasi penistaan agama secara diskriminatif dapat menimbulkan terhalangnya kebebasan berekspresi dan atau kebebasan beragama dan kepercayaan,” jelas keterangan pers tersebut.

Leave a Reply