Anies Tegaskan Kepada Dirut BUMD Kalau Mau Mundur, Silakan dan Gak Usah Pakai Ancaman

Liputan Indo Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau ambil pusing dengan rencana Dirut Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati yang ingin mengundurkan diri. Bahkan dengan santai dia mempersilakan jika Dirut BUMD pangan ini resign.

PD Dharma Jaya menjadi salah satu BUMD terbesar yang dimiliki Pemprov DKI. BUMD ini bergerak di bidang penampungan pemotongan hewan.

Beberapa waktu terakhir, ternyata ada sejumlah masalah yang membelit. Dana kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) senilai Rp 41 miliar pada November 2017 tak kunjung cair. Menghadapi kondisi itu, PD Dharma Jaya sampai mengutang ke pengusaha pemasok ayam Rp 80 miliar.

Saking kesalnya, Marina sampai memutuskan ambil jalan pintas untuk mengundurkan diri. Dia menilai sistem yang diterapkan di era Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno, tak seperti sebelumnya. Seperti proses verifikasi yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI yang memang bertanggungjawab dalam proses pencairan DP PSO dan verifikasi untuk PD Dharma Jaya.

Hal lain yang dikesalkan, terkait uang reimburse yang sampai saat ini belum dibayar, padahal kata dia untuk menalangi pembelian daging ayam dirinya harus menggunakan uang kas dari PD Dharma Jaya sendiri. Terlebih sampai saat ini PSO yang mencapai Rp 41 miliar belum dicairkan.

Tercatat dari Desember uang yang belum diremburse Rp 13.246 525.000. Kemudian Januari mencapai Rp 17.022.500.000. Dan Februari Rp 14.206.425.000.

“Kalau memang pengen mundur, mundur saja lah, enggak usah pakai ancam-ancaman. Mundur saja,” kata Anies di Intiland Tower, Jumat (16/3).

Dia menekankan, seseorang haruslah menjunjung tinggi profesionalisme, karena kata dia, siapa saja bisa diganti.

“Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Tidak ada orang yang irreplaceable (tidak tergantikan), everyone irreplaceable mundur boleh, nggak mundur boleh, silakan,” ujar dia.

“Saya mengatakan jadilah orang yang profesional, kita menghargai profesionalisme, itu saja. Anda lihat saja berapa bulan ini kita hormati orang-orang profesional,” sambung dia.

Saat ditanya, pengunduruan diri Dirut PD Dharma Jaya ini adalah bentuk ketidak profesionalan, dia mengembalikan penilaiannya kepada publik. Sementara permasalahan itu sampai dikeluhkan Direktur Utama PD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati ke Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

“Anda silakan menilai sendiri. Jadilah orang yang profesional, titik,” tegas dia

 

Leave a Reply