oleh

Anies Resmi Luncurkan Rumah DP Nol Rupiah Bertajuk Samawa di Pondok Kelapa

LiputanIndo.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi meluncurkan rumah susun sederhana milik (rusunami) DP nol rupiah di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Saat memberikan sambutan, Anies mengatakan program DP nol rupiah bertujuan untuk memfasilitasi pembiayaan cicilan yang ringan untuk masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.

“Ini adalah program memfasilitasi pembiayaan yang kami luncurkan program DP nolnya di lokasi yang menjadi hunian awal DP nol rupiah di Jakarta,” kata Anies, Jumat (12/10).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyatakan hunian itu sebagai program rumah dengan uang muka atau down payment (DP) nol rupiah bertajuk ‘Samawa’ atau Solusi Rumah Warga. “Program hunian DP nol rupiah samawa solusi rumah warga secara resmi diluncurkan,” jelasnya.

Program Rumah Bertajuk 'Samawa' atau Solusi Rumah Warga

Anies menyampaikan salah satu kebutuhan mendasar warga Jakarta adalah kebutuhan akan perumahan atau tempat tinggal. Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, sambungnya, dana untuk membayar uang muka atau DP juga menjadi masalah tersendiri.

“Kami ingin ikut menyelesaikan masalah rumah bagi warga Jakarta dengan skema pembiayaan ringan,” ujar Anies.

Program rumah DP 0 rupiah merupakan janji Anies Baswesan dan Sandiaga Uno kala kampanye Pilkada DKI 2017.

Peluncuran program rumah DP nol rupiah ini pun dilakukan beberapa hari menjelang peringatan satu tahun Anies memimpin Jakarta. Diketahui Anies dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 16 Oktober tahun lalu.

Hal ini juga dibarengi dengan terbitnya Pergub Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pergub tersebut diteken Anies pada 11 Oktober dan diundangkan pada 12 Oktober.

Pergub 104/2018 itu dimaksudkan sebagai pedoman pelaksanaan fasilitas pembiayaan perolehan rumah bagi MBR.

Pemprov DKI Jakarta pun memulai pembangunan hunian untuk Program DP Nol Rupiah pada Kamis, 18 Januari 2018.

Hunian tersebut dibangun di atas lahan milik salah satu BUMD DKI Jakarta, yakni PD Pembangunan Sarana Jaya. Hunian itu berbentuk rumah susun dengan 21 lantai dan total 780 unit hunian yang terdiri dari tipe hunian 21 dan 36.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed