6 Pengkhianat Terbesar Dalam Dunia SepakBola

Liputan Indo Dalam dunia sepak bola, memang sudah hal yang wajar jika terjadi perpindahan pemain ke klub lain. Namun bagaimana jadinya kalau mereka pindah ke tim rival di liga yang sama? Maka Cap pengkhianat dianggap pantas untuk pemain tersebut.

1.Ashley Cole

Ashley Cole yang saat itu memutuskan untuk pindah dari Arsenal ke Chelsea menjadi salah satu contoh pengkhianat. Tak bisa dipungkiri lagi, Cole merupakan bek kiri terbaik pada eranya di Arsenal.

Akan tetapi, dia malah membuat fans Arsenal geram saat memutuskan untuk pindah ke klub seteru, Chelsea. Apalagi dia berhasil meraih kesuksesannya di klub London Barat dengan dua gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions jelas menambah sakit hati para fans The Gunners.

Setiap kali Chelsea bertandang ke markas Arsenal, cemoohan dengan kata “boo” acap terdengar dari seantero stadion.

2. Cesc Fabregas

Sama seperti Cole, Cesc Fabregas juga ternyata bikin fans Arsenal geram bukan kepayang saat memutuskan hengkang ke Chelsea. Apalagi, dia merupakan mantan kapten Meriam London.

Saat memperkuat Arsenal, dia tampil lebih dari 200 pertandingan selama delapan tahun masa jabatannya. Setelah tampil mengesankan, Barca merekrut Fabregas dari Arsenal.

Namun, hal-hal tidak sesuai dengan rencana kala pemain asal Spanyol itu gagal di Nou Camp dan kembali ke Inggris. Namun bukan untuk Arsenal, melainkan klub sekotanya, Chelsea. Waktunya di Chelsea juga mengesankan saat ia sukses memenangkan gelar dua gelar Liga Inggris.

3. Robin van Persie

Pemain asal Belanda ini telah menghabiskan delapan tahun bersama Arsenal. Dia sudah tampil lebih dari 190 pertandingan untuk pasukan Arsene Wenger dan mencetak 96 gol.

Musim terbaik Van Persie untuk The Gunners datang pada tahun 2011. Namun, dia secara mengejutkan memutuskan untuk bergabung dengan saingan berat Arsenal, Manchester United pada tahun 2012.

Bersama Red Devils, Van Persie berhasil meraih kesuksesan dengan memenangkan gelar liga di musim pertamanya. Dia juga merupakan inti kesuksesan United di musim tersebut dengan mencetak 30 gol. Dia semakin menyebalkan fans Arsenal setelah merayakan gol melawan mantan klubnya pada 2013

4. Mo Johnston

Nama Mo Johnston sempat menggegerkan sepak bola Skotlandia. Hal ini saat ia memutuskan bergabung dengan Rangers meski sedang bermain untuk Celtic. Langkah itu sendiri dianggap sebagai dosa besar di sepakbola Skotlandia.

Pada akhir 80-an, Mo Johnston bergabung dengan Rangers meski telah menghabiskan tiga musim di Celtic. Kedatangan Johnston juga mengejutkan karena terjadi secara diam-diam tanpa sepengetahuan Celtic.

Apalagi, Johnston sempat mencetak gol kemenangan di menit terakhir melawan Celtic dalam pertandingan derby. Namanya sampai saat ini masih sangat dibenci oleh fans Celtic.

5. Sol Campbell

Sol Campbell dianggap sebagai pengkhianat terbesar untuk bek Inggris. Setelah menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Tottenham Hotspurs, Campbell memutuskan untuk bergabung dengan Arsenal.

Bahkan, kepindahannya itu kontroversial setelah dia menolak menandatangani perpanjangan kontrak dengan Spurs. Langkahnya membuat marah fans Spurs yang mencemooh Campbell setiap kali ia mengunjungi White Hart Lane.

Terlebih, Campbell jadi bagian dari tim Invicible Arsenal yang memenangkan gelar liga pada 2004. Hal ini jelas bikin fans Spurs geram mengingat Campbell adalah pemain binaan asli akademi Tottenham.

6. Luis Figo

Nama Figo mungkin menjadi yang paling disorot pada era 90-an karena melakukan pengkhiantan paling besar. Pasalnya Figo sama-sama pernah membela Barcelona dan Madrid selama lima tahun.

Figo merupakan pujaan di Camp Nou sejak bergabung tahun 2000-an. Dia menyumbang tujuh gelar dan mencetak 45 gol dari 249 laga.

Namun, tiba-tiba Figo memutuskan untuk pindah ke Madrid pada tahun 2000, sekaligus menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia saat itu. Figo pun menjadi sasaran fans Blaugrana ketika laga El Clasico berlangsung di Camp Nou. Ia dilempari koin, bola golf, hingga kepala babi.

Leave a Reply