5 Fakta Nyata Tentang Korut Yang Tidak Diketahui

Liputan Indo Korea Utara bisa digambarkan sebagai negara yang paling tertutup di dunia. Setiap berita yang meliput mengenai negara tersebut kerap jadi tajuk utama dalam pemberitaan berbagai media Internasional.

Beberapa cerita aneh serta sulit diterima akal sehat terjadi di negara Korut. Banyak yang mengira hal tersebut hanya khayalan belaka dan tak terbukti dengan kebenarannya.

Walau begitu, tidak semua cerita yang terdengar aneh dan gila merupakan rekayasa. Beberapa kisah di luar nalar terkait Korut ternyata adalah fakta.

Dilansir dari ranker, berikut lima kisah aneh mengenai Korut yang 100 persen kebenarannya, apa saja fakta aneh tersebut?

1. Mengotori Korsel dengan Sampah

Aksi Korut ini terjadi pada tahun 2016 lalu. Kala itu ketegangan antar dua negara bersaudara ini sedang memuncak.

Awalnya, Korsel mencoba menyebarkan propaganda dengan memutar lagu-lagu K-Pop lewat pengeras suara besar yang dipasang di wilayah perbatasan, DMZ, dan diarahkan ke wilayah Korut.

Tindakan Korsel ini membuat pemerintah Korut naik pitam. Sehingga Mereka merespons dengan cara yang sangat mengganggu lingkungan Korsel.

Korut menerbangkan balon yang isinya pamflet propaganda, puntung rokok, tisu WC, dan beberapa sampah lain ke wilayah Korsel.

Apa yang dilakukan Korut diprotes keras oleh Korsel. Seoul menyatakan, Pyongyang sudah menyebar sampah dan membuat kerusakan kecil di beberapa wilayah Korsel.

2. Pemilu yang Dimenangi Kim Jong-un 100%

Korut juga mengadakan pemilu. Kalimat tersebut mungkin terdengar seperti lelucon atau sandiwara bagi negara lain.

Bukan tanpa sebab. Pasalnya, Korut dikuasai Kim Jong-un dan keluarganya yang memerintah di negara tersebut secara otoriter.

Namun, nyatanya Korut menjalankan pemilu dan memiliki perangkat pelaksananya seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Terakhir kali, Korut menyelenggarakan pemungutan suara pada 9 Maret 2014 lalu.

Hasil pemilu ini begitu spektakuler sekaligus menjadi hal yang aneh. Karena Kim Jong-un meraih suara kemenangan 100%. Tidak ada yang tak memilih putra dari Kim Jong-il itu.

Sistem pemilu di Korut sangat unik. Warga Korut diharuskan memilih kandidat legislator untuk duduk di Majelis Rakyat Korut.

Tapi, disetiap distrik, pemerintah Korut hanya mengizinkan satu kandidat saja yang boleh maju sebagai legislator. Kandidat itu pun merupakan orang yang ditunjuk langsung oleh Kim Jong-un.

Rakyat Korut diberikan opsi ya atau tidak terhadap legislator itu. Walau ada pemilu pada tahun 2014 lalu, seluruh warga memilih ya. Ini berarti kemenangan mutlak bagi Kim Jong-un.

3. Desa Palsu untuk Mengintimidasi Korsel

Desa Palsu ini terletak di Kijong-dong, Korut menamai tempat tersebut sebagai desa perdamaian. Sebab, bila dilihat dari Korsel desa ini, nampak tenang, damai dan cukup maju.

Terkait desa ini, Korut mengeluarkan pernyataan bahwa ada 200 orang yang tinggal di sana dan desa ini punya fasilitas super lengkap, seperti sekolah dan rumah sakit.

Desa ini diciptakan untuk memperbaiki citra Korut serta membuat intimidasi kepada Korsel bahwa Korut tak seburuk pemberitaan yang disampaikan Korsel kepada dunia.

Namun, dari laporan orang yang pernah menyusup masuk ke ‘wilayah damai’ ini, desa itu tak berpenghuni atau disebut kota mati

4. Sewa Aktor China untuk Jadi Pendukung Bayaran

Pada tahun 2010 Korut menghentak dunia dengan sebuah Tim sepak bola mereka yang sukses menembus piala dunia yang kala itu diselenggarakan di Afrika Selatan.

Dalam turnamen itu, Korut masuk di grup maut. Juara dunia lima kali Brazil, tim kuat Eropa Portugal dan jawara dari Afrika Pantai Gading adalah lawan Korut di fasegrup.

Hal ini membuat Korut langsung kandas di fase grup. Mereka tidak pernah menang dan hanya berhasil mencetak satu gol.

Kisah Korut di gelaran piala dunia yang paling menarik adalah mereka membayar ribuan aktor dari China untuk pergi ke Afsel dan mendukung kesebelasan tersebut.

Komentator ESPN ternama Martin Tyler menyebut ada seseorang yang memberi tahu dia mengenai fakta tersebut.

“Pendukung Korut bukan warga Korut, mereka adalah aktor pilihan dari China yang dikirim untuk bertindak sebagai penggemar Korut,” kata Tyler.

5. Foto Patung Kim Il-sung dan Kim Jong-il Harus Satu Badan

Salah satu daya tarik tempat wisata di Pyongyang adalah Grand Monument di Mansu Hill. Di tempat tersebut terdapat patung raksasa dua pemimpin terdahulu Korut, Kim Il-sung dan Kim Jong-il.

Wisatawan pun diizinkan untuk berfoto depan patung tersebut.

Tetapi, ada 3 aturan yang mesti dipatuhi dan tak boleh dilanggar:

1. Jika ingin berfoto dengan patung baik Kim Il-sung maupun Kim Jong-il, maka Anda harus mengambil keseluruhan gambar mereka dari kepala sampai kaki. Pemotongan gambar tidak diizinkan.

2. Cetakan foto baik patung Kim Il-sung maupun Kim Jong-il tidak boleh berkerut, rusak, dibuang atau digunakan sebagai kertas kado.

3. Setiap kali mengunjungi patung pemimpin yang terhormat, per kelompok harus membuat satu barisan di depan dan membungkuk dengan menaruh tangan di sisi sebelah badan. Tangan Anda tak boleh ada di daerah lain.

Leave a Reply